Pengobatan Murah di Puskesmas

Jumat, 27 Februari 2009 | 01:08 WIB

Jakarta, Kompas – Bagi para pencandu narkotika dan obat-obat terlarang atau narkoba kini telah tersedia fasilitas klinik terapi metadon di beberapa puskesmas di Jakarta. Dengan memanfaatkan klinik ini, pencandu diharapkan bisa melepaskan diri dari jeratan narkoba. Biayanya Rp 5.000 untuk satu kali terapi.

Data dari Dinas Kesehatan DKI, Kamis (26/2), menyebutkan, program pengobatan dan terapi murah bagi pencandu ini mulai dirintis sejak tahun 2006. Kala itu delapan puskesmas diresmikan di lima kota di Jakarta sebagai lokasi Program Rumatan Metadion, serta Pusat Informasi dan Layanan HIV/AIDS.

”Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meresmikan program ini akhir tahun 2007. Kala itu di Jakarta Pusat hanya ada satu klinik layanan terapi metadon, yaitu di Kemayoran, tepatnya di Puskesmas Kecamatan Kemayoran. Namun, sampai Februari 2009 ini total terdapat tiga klinik. Tambahan dua klinik lain adalah di Puskesmas Kecamatan Gambir dan Puskesmas Kecamatan Senen,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Hakim Siregar, Kamis.

Adanya fasilitas klinik layanan terapi metadon di puskesmas-puskesmas ini amat memudahkan pencandu, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin.

”Anak saya sempat tiga tahun penuh jadi pencandu. Banyak sekali macam obat yang dia pakai. Sudah beberapa kali ikut terapi, dari yang model klinik di rumah sakit sampai pesantren. Namun, dia tidak juga sembuh, terutama karena pengobatan tidak bisa dilakukan secara penuh, terbentur dana kami yang pas-pasan,” kata Irawati Suleman (52), warga Sumur Batu, Kemayoran.

Menurut Irawati, anak bungsunya, sebut saja Andi (21), hampir mati beberapa kali karena ketagihan obat. Harta benda Irawati terpaksa dijual demi pengobatan Andi. Sebelumnya sang anak sampai menjadi pencuri di rumah sendiri, hasilnya untuk membeli narkoba.

Bagi Irawati yang bekerja sebagai tukang jahit, adanya klinik layanan terapi metadon yang relatif dekat dari rumahnya menyebabkan ia lebih mudah mengontrol pengobatan Andi. Ia bahkan mengantarkan sendiri anaknya itu setiap kali menjalani terapi. Biaya terapi Rp 5.000 dirasa amat ringan.

Jumlah pengguna tinggi

Hakim menambahkan, mereka yang baru ikut terapi biasanya akan lebih sering datang untuk mendapat asupan metadon. Namun, jika rutin ikut terapi, semakin lama jadwal kedatangan semakin dikurangi hingga saatnya nanti pencandu dinyatakan sembuh.

Di Jakarta Pusat, berdasarkan data dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, sampai dengan tahun 2008 jumlah pengguna jarum suntik yang terdaftar dan mengikuti program penyembuhan yang didampingi petugas kesehatan mencapai 1.871 orang. Jumlah pasien yang ditangani di Kecamatan Kemayoran 196 orang dan Gambir sebanyak 420 orang. (NEL)

Sumber : Kompas Cetak

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: